Banyak tim kalah bukan karena serangan mereka tumpul, melainkan karena tata posisi pemain saat menguasai bola tidak mengantisipasi skenario terburuk ketika bola hilang.
Foto: Organisasi garis pertahanan tinggi saat mengantisipasi serangan balik cepat.
Konsep Rest-Defense (Restverteidigung) mengajarkan bahwa pertahanan yang baik tidak dimulai saat bola berada di kaki lawan, melainkan dibangun saat tim Anda sedang asyik merancang serangan di pertahanan lawan.
Ketika tim menggeser 6 hingga 7 pemain ke sepertiga akhir lapangan, tim lawan yang terbiasa bermain reaktif akan menempatkan penyerang lincah mereka di celah antara bek sayap dan bek tengah yang naik.